Langsung ke konten utama

Heboh, Pelajar Militer Di Teror Patung

Kapanlagi.com - Yang namanya patung, adalah benda mati. Sebagai benda mati tentu tidak bergerak. Karena itu jika ada cerita di mana patung mampu bergerak, maka akan bikin banyak orang ketakutan. Itulah yang dialami sekelompok pelajar sekolah militer yang namanya dirahasiakan di ibukota Bolivia, La Paz.

Bagaimana tak takut, karena diyakini di sekolah militer itu ada sebuah patung yang dirasuki iblis. Patung tentara itu dipercaya dirasuki hantu mantan komandan mereka yang telah meninggal. Cukup banyak calon perwira yang bersaksi bahwa mereka diserang dengan senjata oleh patung tentara itu.


Inilah patung tentara berhantu itu © Mirror
Ogah mendapatkan teror, para calon perwira itupun dengan berani terpaksa melepas tangan patung tentara itu. Pilihan melepas tangan patung setan itu karena ada salah satu calon perwira yang ditembak, seperti dilansir Mirror.

"Kami harus melakukan hal ini supaya tak ada lagi yang menyerang kami dan kini kami meletakkan patung tentara hantu itu di dalam lemari kaca supaya tak bergerak," ungkap Moises Borja, salah satu calon perwira kepada Panamericana TV. Karena teror patung tentara yang dirasuki hantu, para pelajar sekolah militer itupun dilanda ketakutan jika harus berjalan sendirian saat malam hari di gedung sekolah.


Tangan patung yang diambil supaya tak menakuti lagi © Mirror
Beberapa saksi pun berkomentar, "Sekelompok siswa yang tinggal di asrama sayap utara mengaku bisa mendengar suara orang berjalan menyusuri koridor,". Lalu ada juga Edilberto Parra yang menyebut jika ada aura kegelapan yang menyelimuti sekolah militer mereka. Parra bercerita, "Jika kamu berjalan sendirian di koridor setelah melewati foto-foto Presiden dan patung pahlawan, akan ada suara misterius yang bertanya, 'Mengapa kamu di sini? Mengapa kamu berjalan seperti itu?',".

Nah, apakah kamu percaya jika patung benda mati itu dapat bergerak. (mir/aia)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gulali Chaca

“Eh… lihat!” terdengar di kanan telinga Chaca. “Apa…,” sahut Chaca menoleh yang di tunjuk Sinta. “Nyam… Gulali!” ucap Chaca dan Sinta serentak dan berlari ke arah yang ditunjuk Sinta. Wow… banyak banget yang membeli gulali, dari anak kelas satu sampai kelas enam. Rasanya yang sweet, warna yang top dan berbentuk sesuka hati para siswa. Wah, ada yang berbentuk raket, kupu-kupu, bunga, gajah dan masih banyak lagi. Kalau Chaca memesan bentuk buku, karenanya ia kutu buku. Chaca suka banget sama buku novel, cerpen, puisi, pelajaran dan majalah islam. Hmm… selain banyak buku, Chaca juga suka mengoleksi gantungan kunci. Ia punya gantungan kunci dari berbagai kota maupun luar negeri. Hebat… Chaca selalu mendapat peringkat satu, tak pernah mengalamai nilai turun. Sinta, teman sebangkunya. Ia juga bisa di sebut sahabat tapi kadang Sinta suka jahil sama Chaca. Kadang mereka bertengkar gara-gara ulah Sinta, pertemanan mereka putus nyambung-putus nya ... baca ...

Telah Hamil Selama 23 Bulan Ibu Hamil Ini Dudah Tidak Tahan

mrseru .com , Seorang ibu mengandung bayinya biasanya hanya sekitar 9 bulan saja. namun, seorang wanita megklaim bahwa dirinya telah mengandung anak selama 23 bulan. Kok bisa? Seperti dikutip dari dari Wittyfeed, seorang wanita ini mengklaim bahwa umur kandungannya selama 23 bulan. Wanita tersebut bernama Angie Dellora. Wanita yang berasal dari Bellingham, Washington ini, mengklaim umur kandungan mencapai 23 bulan, hal itu ia akui dengan diposting olehnya sendiri ke akun media sosialnya. Bukan hanya klaimnya saja, demi membuat orang-orang percaya terhadap apa yang dipostingnya, wanita ini menunjukkan hasil rekam medis miliknya. "Ini terlalu lama, aku sudah tidak tahan lagi," katanya. Dan ketika ia melahirkan, tak disangka, berat dari bayi yang dilahirkannya sungguh fantastis. Bayi yang dilahirkan wanita itu memiliki berat badan 19 pounds atau sama dengan 8,6 kilogram. Meski demikian, sampai saat ini belum diketahui kebenaran dari kabar kehamilan aneh tersebut.

Berani Saja Tidak Cukup

Dalam beberapa kali seminar soal kewirausahaan, saya sering mendengar orang yang berkata bahwa modal utama usaha adalah keberanian alias kenekadan. Karena mendapat masukan semacam itu, otak saya pun terpacu untuk menjalankan berbagai usaha, dari sejak saya sekolah menengah atas (SMA), kuliah, dan bahkan ketika bekerja pada sebuah institusi. Usaha saya kala itu memang tergolong mikro. Skalanya memang tak besar. Tapi, modal yang saya keluarkan untuk beberapa usaha tersebut, dari jualan jam tangan, jualan aneka aksesoris, buka pengetikan komputer, broker cetakan, hingga event organizing (EO) tetap saja ukurannya cukup besar untuk kantong saya saat itu. Asal berani dan asal ada peluang, saya pasti akan langsung maju dengan modal yang saya miliki. Hasilnya? Secara hitung-hitungan angka sangat tidak memuaskan. Tapi, secara hitung-hitungan “modal masa depan”, saya merasa tak rugi sama sekali. Tapi, sebagai manusia biasa, siapa sih yang tidak kecewa modal hilang begitu saja? Herannya, entah k...