Langsung ke konten utama

Pembaca Berita Ini Sampai Menangis Menyampaikan Kisah Omran


Merdeka.com - Kate Bolduan, pembaca berita di stasiun televisi CNN, hingga tak kuasa menahan air mata ketika menyampaikan kisah Omran Daqneesh, bocah Suriah yang terluka karena serangan udara di Kota Aleppo.
Foto dan video Omran menjadi viral di seluruh dunia karena begitu dalam menggambarkan betapa anak-anak tak berdosa menjadi korban perang tak berkesudahan.
Stasiun televisi Al Arabiya melaporkan, Sabtu (20/8), dalam siaran di CNN itu, Kate memulai beritanya dengan mengatakan anak-anak di Amerika kini masih menikmati akhir masa liburan musim panas.
Bersama teman-teman, mereka membahas tentang film super hero, bercengkerama di taman bermain, atau berbagi cerita tentang bagaimana nanti di hari pertama masuk sekolah.
Tapi, kata Kate selanjutnya, di belahan dunia lain ada anak-anak yang tengah sekarat, menderita, tewas karena perang.
“Ini adalah Omran,” ujar Kate, seraya tampilan di televisi memperlihatkan bocah Suriah yang duduk terdiam dalam keadaan penuh debu dan berdarah di kepalanya.
Kate kemudian menarik napas cukup lama dan ada jeda beberapa saat ketika dia akan memulai kisah Omran. Dia terlihat berusaha keras menahan tangis. Tapi dia gagal.
Nada bicaranya jelas terdengar dia membacakan berita tentang Omran dalam sedu sedan.
“Rumah Omran dihantam bom, serangan udara,” kata Kate terbata-bata masih menahan tangis.
“Kejadian ini hanya sepekan setelah sejumlah dokter di Aleppo menulis surat kepada Presiden Obama memohon pertolongan,” lanjut Kate.
Setelah perang selama lima tahun, kata Kate, sudah 250 ribu orang tewas. Itu termasuk 4.500 anak-anak di Aleppo.
“Yang membuat saya terhenyak adalah, kita semua menangis, tapi Omran tidak,” kata Kate. “Dia benar-benar dalam keadaan syok. Tadinya dia berada di dalam rumah lalu terjebak di tengah kecamuk perang dan kekacauan.”
Serangan udara Rabu malam lalu di distrik Qaterji, Aleppo, menghantam sejumlah rumah warga. Petugas medis menyelamatkan Omran setelah dia tertimpa reruntuhan rumahnya. Setalah dirawat di rumah sakit kini dia sudah berkumpul kembali dengan ayah dan ibunya serta ketiga saudaranya.
Berikut video saat Kate menangis membacakan kisah Omran:
Sumber: merdeka.com



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gulali Chaca

“Eh… lihat!” terdengar di kanan telinga Chaca. “Apa…,” sahut Chaca menoleh yang di tunjuk Sinta. “Nyam… Gulali!” ucap Chaca dan Sinta serentak dan berlari ke arah yang ditunjuk Sinta. Wow… banyak banget yang membeli gulali, dari anak kelas satu sampai kelas enam. Rasanya yang sweet, warna yang top dan berbentuk sesuka hati para siswa. Wah, ada yang berbentuk raket, kupu-kupu, bunga, gajah dan masih banyak lagi. Kalau Chaca memesan bentuk buku, karenanya ia kutu buku. Chaca suka banget sama buku novel, cerpen, puisi, pelajaran dan majalah islam. Hmm… selain banyak buku, Chaca juga suka mengoleksi gantungan kunci. Ia punya gantungan kunci dari berbagai kota maupun luar negeri. Hebat… Chaca selalu mendapat peringkat satu, tak pernah mengalamai nilai turun. Sinta, teman sebangkunya. Ia juga bisa di sebut sahabat tapi kadang Sinta suka jahil sama Chaca. Kadang mereka bertengkar gara-gara ulah Sinta, pertemanan mereka putus nyambung-putus nya ... baca ...

Telah Hamil Selama 23 Bulan Ibu Hamil Ini Dudah Tidak Tahan

mrseru .com , Seorang ibu mengandung bayinya biasanya hanya sekitar 9 bulan saja. namun, seorang wanita megklaim bahwa dirinya telah mengandung anak selama 23 bulan. Kok bisa? Seperti dikutip dari dari Wittyfeed, seorang wanita ini mengklaim bahwa umur kandungannya selama 23 bulan. Wanita tersebut bernama Angie Dellora. Wanita yang berasal dari Bellingham, Washington ini, mengklaim umur kandungan mencapai 23 bulan, hal itu ia akui dengan diposting olehnya sendiri ke akun media sosialnya. Bukan hanya klaimnya saja, demi membuat orang-orang percaya terhadap apa yang dipostingnya, wanita ini menunjukkan hasil rekam medis miliknya. "Ini terlalu lama, aku sudah tidak tahan lagi," katanya. Dan ketika ia melahirkan, tak disangka, berat dari bayi yang dilahirkannya sungguh fantastis. Bayi yang dilahirkan wanita itu memiliki berat badan 19 pounds atau sama dengan 8,6 kilogram. Meski demikian, sampai saat ini belum diketahui kebenaran dari kabar kehamilan aneh tersebut.

Berani Saja Tidak Cukup

Dalam beberapa kali seminar soal kewirausahaan, saya sering mendengar orang yang berkata bahwa modal utama usaha adalah keberanian alias kenekadan. Karena mendapat masukan semacam itu, otak saya pun terpacu untuk menjalankan berbagai usaha, dari sejak saya sekolah menengah atas (SMA), kuliah, dan bahkan ketika bekerja pada sebuah institusi. Usaha saya kala itu memang tergolong mikro. Skalanya memang tak besar. Tapi, modal yang saya keluarkan untuk beberapa usaha tersebut, dari jualan jam tangan, jualan aneka aksesoris, buka pengetikan komputer, broker cetakan, hingga event organizing (EO) tetap saja ukurannya cukup besar untuk kantong saya saat itu. Asal berani dan asal ada peluang, saya pasti akan langsung maju dengan modal yang saya miliki. Hasilnya? Secara hitung-hitungan angka sangat tidak memuaskan. Tapi, secara hitung-hitungan “modal masa depan”, saya merasa tak rugi sama sekali. Tapi, sebagai manusia biasa, siapa sih yang tidak kecewa modal hilang begitu saja? Herannya, entah k...