TRIBUN-TIMUR.COM - Demam ‘Om Telolet Om’ melanda pengguna insternet. Tak hanya di Indonesia melainkan juga di manca negara.
‘Om Telolet Om’ pun sempat tercatat di situs Wikepedia.
Yang membuat heboh adalah wikepedia menyebut jika ‘Om Telolet Om’ berasal dari bahasa Euthopia yang artinya ‘Saya Yahudi’.
“Merupakan sebuah kata yang dipopulerkan oleh tokoh Yahudi (Sirout Cakam) yang berasal dari Euthopia. ‘Om Telolet Om’ berasala dari bahasa Euthopia yang berarti ‘Saya Yahudi’,” demikian tulis Wikepedia.
Namun setelah dicek postingan tersebut sudah dihapus wikepedia.
“Maaf, halaman ini telah dihapus (dalam 24 jam ini). Sebagai referensi, berikut adalah log penghapusan atau pemindahan halaman ini,” demikian pengumuman wikipedia.
Jarang terjadi Indonesia membuat sebuah tren untuk dunia, namun ini terjadi 'Om Telolet Om' jadi trending topic dunia.
“Eh… lihat!” terdengar di kanan telinga Chaca. “Apa…,” sahut Chaca menoleh yang di tunjuk Sinta. “Nyam… Gulali!” ucap Chaca dan Sinta serentak dan berlari ke arah yang ditunjuk Sinta. Wow… banyak banget yang membeli gulali, dari anak kelas satu sampai kelas enam. Rasanya yang sweet, warna yang top dan berbentuk sesuka hati para siswa. Wah, ada yang berbentuk raket, kupu-kupu, bunga, gajah dan masih banyak lagi. Kalau Chaca memesan bentuk buku, karenanya ia kutu buku. Chaca suka banget sama buku novel, cerpen, puisi, pelajaran dan majalah islam. Hmm… selain banyak buku, Chaca juga suka mengoleksi gantungan kunci. Ia punya gantungan kunci dari berbagai kota maupun luar negeri. Hebat… Chaca selalu mendapat peringkat satu, tak pernah mengalamai nilai turun. Sinta, teman sebangkunya. Ia juga bisa di sebut sahabat tapi kadang Sinta suka jahil sama Chaca. Kadang mereka bertengkar gara-gara ulah Sinta, pertemanan mereka putus nyambung-putus nya ... baca ...
Komentar